Jamu Ternak Ayam
LEHER
AYAM TERPELINTIR, DAUN PEPAYA OBATNYA
Setiap pergantian
musim, biasanya dalam periode Oktober-November, sering ditemukan ayam kampung
yang mati tiba-tiba, dengan kepala terpelintir dan diare hijau. Hal tersebut merupakan ciri-ciri dari
serangan Tetelo (ND). Melihat pengalaman
pahit yang selalu terjadi pada setiap pancaroba, maka ada baiknya kita
memberikan perhatian yang lebih serius terhadap ancaman tetelo.
Tetelo
dapat dikendalikan dengan sanitasi dan vaksinasi. Vaksinasi ND tidak selamanya dilakukan
menggunakan jarum suntik. Day Old Chicken (DOC) umur 4 hari,
misalnya, divaksin menggunakan vaksin tetes mata. Untuk umur 4 minggu divaksin melalui air
minum. Setelah berumur 4 bulan, ayam
produktif divaksin melalui injeksi atau suntikan, dan untuk peternakan besar
diulang setiap 4 bulan sekali.
Vaksinasi
di mata peternak tradisional dirasakan cukup merepotkan, apalagi untuk jenis
vaksin injeksi (suntik). Hal tersebut
disebabkan karena vaksin membutuhkan penanganan khusus, misalnya harus disimpan
dalam suhu dingin, tidak boleh terpapar sinar matahari langsung dan harus habis
saat itu juga. Belum lagi biaya
pembelian vaksin yang bisa dibilang tidak murah dan cara memvaksin (injeksi)
yang membutuhkan keterampilan khusus.
Vaksinasi tidak selalu harus dilakukan dengan
menggunakan obat hasil produksi pabrik, tetapi dapat juga diterapkan melalui
vaksinasi tradisional menggunakan berbagai tanaman obat.
Daun
pepaya merupakan salah satu bahan yang cukup mujarab dan aman dikonsumsi ayam
kampung yang pernah saya coba. Berikut
resep daun pepaya anti tetelo saya.
Resep
Daun Pepaya Plus
Bahan
baku yang digunakan antara lain daun pepaya, temuireng, temulawak, kulit bawang
putih, kulit bawang merah, daun teh, daun salam, daun singkong. Tidak ada takaran untuk bahan baku tersebut
karena jamu ini bersifat godokan.
Cara pembuatannya yaitu : semua bahan
diiris tipis, kemudian dimasukkan ke dalam panci berisi air, direbus sampai
mendidih. Setelah mendidih, matikan
kompor, biarkan ramuan ini hingga suam-suam kuku. Kemudian air rebusan tersebut disaring. Ampasnya jangan dibuang, tetapi dapat
diberikan sebagai campuran pakan basah.
Cara
pemberian vaksin tradisional ini
yaitu : ayam dipegang, air rebusan bisa diteteskan langsung
ke paruh ayam dengan dosis 2 sendok makan (sekitar 5 ml). Menjelang pancaroba atau pergantian musim,
ramuan ini bisa diberikan setiap 2 sampai 3 hari sekali. Di luar musim pancaroba, pemberian cukup 1
minggu sekali.
Resep
Tunggal Daun Pepaya
Resep ini hanya
menggunakan 5 lembar daun pepaya yang sudah tua tapi belum menguning. Cara pembuatannya yaitu : Iris daun pepaya
menjadi beberapa bagian kecil kemudian masukkan ke dalam wadah. Tambahkan 100 ml air matang. Peras daun pepaya , saring airnya.
Cara
pemberian vaksin tunggal daun pepaya ini sama seperti pemberian vaksin daun
pepaya plus. Ayam dipegang, ekstrak daun
pepaya dimasukkan 2 sendok makan langsung ke paruh ayam secara
pelan-pelan. Dapat juga diberikan dengan
mencampur 5 ml ekstrak daun pepaya ke dalam 50 ml air minum ayam. Pencegahan di musim pancaroba dilakukan
dengan memberikan ekstrak 2-3 hari sekali.
Untuk pemberian di luar musim pancaroba ekstrak daun pepaya cukup
diberikan seminggu sekali.
Demikian
resep daun pepaya untuk tetelo. Saya
yakin, ramuan yang biasa saya pakai untuk ayam buras saya ini juga cespleng
untuk ayam maupun unggas saudara lainnya.
Komentar
Posting Komentar