PESTISIDA NABATI DARI BAHAN DASAR MENGKUDU (Morinda citrifolia) UNTUK MENGENDALIKAN
ULAT PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea)
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Pestisida merupakan zat pengendali
hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida
alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Jenis
pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan
lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya mudah
hilang.
Banyak orang menggunakan pestisida
kimia/sintetis untuk membasmi hama pada tanaman. Namun penggunaan pestisida
kimia sangat tidak ramah lingkungan, juga mempunyai banyak dampak negatif,
diantaranya : hama yang tidak terbunuh menjadi kebal (resisten), peledakan hama
baru (resurjensi), penumpukan residu bahan kimia pada hasil panen, terbunuhnya
musuh alami, pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia dan kecelakaan bagi
pengguna. (http://isroi.wordpress.com/tag /pestisida)
Alam sebenarnya telah menyediakan
banyak sekali bahan yang dapat dijadikan pestisida alami, tentunya dengan tidak
merusak lingkungan. Beberapa kalebihan pestisida alami misalnya : degradasi/
penguraian yang cepat oleh sinar matahari, memiliki pengaruh yang cepat yaitu
menghentikan nafsu makan serangga walaupun jarang menyebabkan kematian,
toksisitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relative lebih aman pada
manusia dan lingkungan, memiliki spectrum pengendalian yang luas (racun lambung
dan syaraf) dan bersifat selektif, dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang
telah kebal pada pestisida kimia, phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni
dan merusak tanaman, murah dan mudah dibuat oleh setiap orang.
Akan tetapi, pestisida alami
(nabati) juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya : daya kerjanya relatif
lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering, daya racunnya rendah (tidak
langsung mematikan bagi serangga), produksinya belum dapat dilakukan dalam
jumlah besar karena keterbatasan bahan baku, kurang praktis, tidak tahan
disimpan.
Pestisida alami mempunyai beberapa
fungsi, antara lain : Repelent, yaitu menolak kehadiran serangga, misal: dengan
bau yang menyengat; Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah
disemprot; Mencegah serangga meletakkan telur dan menghentikan proses
penetasan telur, Racun syaraf, Mengacaukan sistem hormone di dalam tubuh
serangga,Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap
serangga.
TUJUAN
- Menambah pengetahuan tentang pengendalian hama tanaman sawi meggunakan pestisida nabati
- Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan buah mengkudu sebagai pestisida nabati terhadap pengendalian hama tanaman sawi
- Meningkatkan kemanfaatan mengkudu sebagai larvarisida pada tanaman sawi
PERMASALAHAN
Sawi merupakan jenis sayuran yang
banyak digemari oleh para konsumen di berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut membuka peluang yang besar
untuk pasar jenis sayuran sawi. Sawi tergolong sayuran yang dapat ditanam pada
berbagai musim. Oleh karena itu, sayuran
ini dapat ditanam sepanjang tahun baik pada musim hujan maupun musim kemarau
dengan hasil yang relatif tidak jauh beda, yang penting air cukup
tersedia. Dalam pembudidayaan tanaman
sawi, salah satu kendala utama yang menjadi penghambat produksi baik secara
kualitas maupun kuantitas, adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman,
terutama hama ulat. Serangan organisme
pengganggu tanaman (OPT) dapat diatasi dengan melakukan pencegahan sebelum
terjadi serangan (preventif) atau dengan pembasmian setelah terjadi serangan
hama (kuratif).
Pada umumnya, petani melakukan
pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetik (kimia) dengan asumsi bahwa
pestisida sintetik lebih efektif untuk pengendalian organisme pengganggu
tanaman. Padahal jika dikaji lebih dalam penggunaan pestisida kimia mempunyai
dampak negatif bagi kehidupan baik tanaman, hewan, maupun manusia. Hal ini
karena pestisida sintetik (kimia) dapat menimbulkan dampak residu dan
mengakibatkan terjadinnya pencemaran pada tanah, air dan udara.
Adapun
hama ulat yang menyerang tanaman sawi yaitu:
- Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
- Ulat tritip (Plutella maculipennis).
- Ulat Thepa javanica.
PEMECAHAN MASALAH
Salah satu tanaman yang dapat
digunakan sebagai pestisida alami adalah mengkudu. Mengkudu (Morinda
citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran
rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu
merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak
terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang
daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang
kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud
buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan
kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu
berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang
pinggiran-pinggiran kebun rumah. (http://herbalisedja02.blogspot .com/)
Klasifikasi:
Filum:
Angiospermae,
Sub
filum: Dycotiledones,
Divisi:
Lignosae,
Famili:
Rubiaceae,
Genus:
Morinda,
Spesies:
citrifolia.
Nama
ilmiah: Morinda citrifolia.
Ada beberapa jenis serangga yang
dapat dibasmi dengan pestisida alami dari ekstrak buah mengkudu, antara lain :
semut merah, belalang, ulat daun, kutu putih, dan berbagai serangga yang
menyerang tanaman. Pestisida ini juga dapat dimanfaatkan untuk membasmi hama
ulat sawi (Brassica Juncea). Kematian ulat sawi setelah disemprot
ekstrak mengkudu mencapai 90-100%. Hasil ini menunjukkan bahwa mengkudu
mempunyai efek insektisida yang sangat baik. Kematian larva yang mencapai 100%
disebabkan adanya kandungan bahan bioaktif yang beracun bagi ulat serangga
tersebut. Jenis tumbuhan mengkudu berfungsi sebagai insektisida karena
mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, steroid, astenogenin,
fenil tropan dan tannin.
Berdasarkan
hasil penelitian Levan 1963, buah mengkudu mengandung antraquinone yang mampu
menekan pertumbuhan mikroorganisme.
Tabel.
Kandungan kimia pada setiap bagian mengkudu
Kandungan
kimia pada setiap bagian tanaman mengkudu
|
Kandungan
kimia
|
Alizarin,
alizarin-alfa-metil eter, antraquinon, asperulosida, asam hexanoat,
morindadiol, morindon, morindogenin, asam oktanoat, asam ursolat,
|
|
Daun
|
Asam amino
(alanin, arginin, asam aspartat, sistein, sistin, glisin, asam
glutamat, histidin, leusin, isoleusin, metionin, fenilalamin, prolin, serin,
threonin, triftopan, tirosin, valin), mineral (kalsium, besi, fosfor)
vitamin ( asam askorbat, beta caroten, niasin, riboflavin, tiamin,
betasitisterol, asam ursolat), alkaloid (antraquinon, glikosida, resin).
|
Bunga
|
5,7-dimetil-apiganin-4-o-beta-d(+)-galaktopiranosida,
6,8-dimetoksi-3-metilantraquinon-1-o-beta-ramnosil-glukopiranosida,
acasetin-7-o-beta-d (+)-glukopiranosida BuahAsam askorbat, asam
asetat, asperulosida, aambutanoat, asam benzoat, benzil alkohol, 1-butanol,
aam kaprilat, asam dekanoat, (E)-6-dodekeno-gamma-laktona, (z,z,z)-8,
11,14-asamekosatri-noat, asam elaidat, etil dekanoat, etil-ektanoat, etil
benzena, eugenol, eugenol, glukosa, asam heptanoat, 2-heptanon, hexanal,
hexanamida, asam hexaneudioat, asam hexanoat, 1-hexanol, 3-butan-1-o1, metil
dekanoat, metil elaidat, metil hexanoat, metil-3-metil-tio-propanoat, metil
oktanoat, metil oleat, metil palmitat, Scopoletin, asam undekanoat,
(z,z)-2,5-undekadin-1-o1, vomifol. Ascubin, L.asperuloside, alizarin, antraquinon,
proxeronin, Damnacanthal, alkaloid, terpenoid, steroid, astenogenin,
fenil tropan dan tannin AkarAsperulosids, damnachantal, morindadiol,
morindin, morindon, nordamacantal, rubiadin, rubiadin monometil eter,
soranjidiol, antraquinon, glikosida, zat getah, resin, sterol
|
Kulit
|
KulitAlizarin,
klororubin, glikosida, (pentosa, hexosa), morindadiol, morindanigrin,
morindin, morindon, zat resin, rubiadin monometil eter, soranjidiol KayuAntragalol-2,
3-dimetil eter
|
Sumber:Aalbersberg(
1993),Bushnel et al ( 1950),Hiramatsu et al ( 1993), Solomon
(1998), Waha ( 2001)
Bahan:
- Buah Mengkudu yang masak sebanyak 25 Kg
- Bawang Putih sebanyak 2,5 Kg
- Detergent secukupnya
- Air sebanyak 50 liter
Cara
Pembuatan:
- Seluruh bahan dihaluskan kemudian dicampurkan dan difermentasi selama 3 sampai 7 hari.
- Hasil fermentasi diaplikasikan dengan dosis 100 cc/10 liter air.
OPT
Sasaran: Semua jenis ulat sawi
Masa
aktif pestisida nabati ini selama 1 bulan dan sebelum digunakan pestisida tadi
kita saring terlebih dahulu.
KESIMPULAN
Residu
bahan kimia dari pestisida kimia dapat
dikurangi dengan mengganti penggunaan pestisida kima dengan pestisida nabati
yang dapat dibuat dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti buah
mengkudu (Morinda
citrifolia ). Selain itu penggunaan
pestisida nabati dapat memberikan dampak positif pada pemanfaatan buah
mengkudu. Penggunaan pestisida nabati
berbahan dasar mengkudu ini memiliki keunggulan antara lain :
- Dengan pestisida dari buah mengkudu ini sifatnya ramah terhadap lingkungan,karena cepat terurai.
- Selain itu , penggunaan pestisida nabati dinilai sangat ekonomis karena bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati mudah diperoleh dari alam dan
- Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan pestisida nabati dari buah mengkudu ini relatif murah, sehingga petani dapat menekan biaya produksi.
Komentar
Posting Komentar