Seleksi Benih Padi Menggunakan Larutan Garam
Sebagian petani belum mengetahui cara terbaik dalam memperlakukan benih padi mereka, sehingga tidak sedikit yang memperlakukan benih yang diambil dari panen musim sebelumnya langsung direndam dalam air untuk memisahkan antara benih hampa dan yang bernas, dari perlakuan tersebut diperolehlah benih yang menurut petani baik, akan tetapi dari pengalaman yang ada didapatkan pertumbuhan bibit padi yang tidak seragam dan menghasilkan produksi yang tidak maksimal, ini terjadi karena ternyata benih yang didapat tidak memenuhi syarat tumbuh terbaik atau indikasi retak dan hampa masih mengalami tenggelam didasar.
Gabah padi dapat dikelompokan dalam dua grup, yaitu gabah yang memiliki densitas tinggi (DT) dan gabah dengan densitas rendah (DR). Gabah dengan DT memiliki spesifik gravitasi sekurang-kurangnya 1.20, sedangkan gabah dengan densitas rendah spesifik gravitasi gabah sebesar 1.05 bahkan kurang. Gabah dengan DR yang tinggi memiliki abnormalitas bibit rendah. Pada benih dengan gabah densitas tinggi, lebar dan berat daun serta jumlah penggunaan karbohidrat oleh bibit lebih tinggi dibandingkan dengan gabah yang densitasnya rendah. Dilapangan, bibit yang berasal dari gabah dengan densitas tinggi akan lebih baik dari bibit yang berasal dari gabah dengan densitas rendah. Benih dengan kualitas baik akan meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil.
Penggunaan benih bersertifikat dan benih dengan berdaya kecambah lebih dari 90 % (bermutu) sangat disarankan , kerena :
1. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.
2. Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam.
3. Ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar.
4. Benih yang baik akan memberikan hasil tinggi.
Saat ini ada cara yang bisa dipilih oleh petani dalam memperoleh benih unggul terbaik yaitu dengan cara memilih benih unggul padi bernas menggunakan indikator telur dan garam
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah benih yang akan digunakan itu baik atau layak ditanam, maka dilakukan uji benih dengan menggunakan larutan garam dengan tahapan pelaksanaan sebagai berikut :
- Siapkan ember kemudian isi dengan air bersih, masukkan benih, setelah dimasukkan lihat benih yang mengapung, mengambang dan tenggelam.
- Pisahkan benih yang tenggelam kemudian cuci.
- Buat larutan garam dengan perbandingan 1 liter air diberi 30 gram garam, masukan benih yang telah dicuci tadi ke dalam larutan garam tersebut.
- Kemudian benih yang mengambang, mengapung di buang,
- Gunakan benih yang tenggelam.
Komentar
Posting Komentar