PEMANFAATAN
LAHAN PEKARANGAN

Pekarangan adalah sebidang tanah darat
yang terletak langsung di sekitar rumah kita , dengan batas-batas yang jelas(
baik pagar hidup maupun yang lain), karena
letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan merupakan lahan yang mudah
diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang
tersedia.
Manfaat
pekarangan antara lain :
1.
Sebagai sumber karbohidrat (apabila ditanami ubi, talas,
dll.)
2.
Sebagai sumber protein nabati, vitamin dan mineral
(penanaman sayur dan buah)
3.
Sebagai sumber protein hewani (pemeliharaan ayam, itik,
ikan dall).
4.
Sebagai penyerap CO2 menghasilkan O2
5.
Tempat respirasi air hujan dan air limbah keluarga ke
dalam tanah
Fungsi Pekarangan:
1. Penghasil bahan pangan tambahan
2. Penghasil uang tunai harian
lumbung hidup ( pisang, kelapa, nangka, mangga dll)
3. Penghasil apotik hidup (
toga, bumbu, rempah )
4. Penghasil bahan bangunan , kerajinan, kayu
bakar
5. Penghasil daging dan telur
6. Penghasil ikan
Fungsi Ganda Pekarangan
:
1.
Fungsi produksi : penyedia karbonhidrat,
vitamin, mineral
2.
Fungsi social : tempat bercengkerama,
berkomunikasi, bermain
3.
Fungsi estetika : keindahan,
asri, segar, kenyamanan, berlindung
Beberapa masalah dalam pengembangan pekarangan :
1.
Terlalu banyak naungan
sehingga bibit yang ditanam sulit tumbuh
2.
Kurang air musim kemarau dan tergenang
air musim penghujan
3.
Banyak gangguan ternak (ayam).
PENATAAN PEKARANGAN
Pekarangan
merupakan lahan di sekitar rumah, karena itu pemanfaatan pekarangan bukan hanya
mempertimbangkan hasil. Selain hasilnya, penanaman
sayuran di pekarangan juga harus memperhatikan estetika penataan agar Nampak
indah dipandang.
Komoditi
yang diusahakan di pekarangan
sebaiknya disesuaikan dengan kesesuaian komoditi dengan daerah yang
bersangkutan, peluang pasar, dan nilai guna.
BUDIDAYA ORGANIK
Budidaya
tanaman di pekarangan sebaiknya dilakukan secara organik atau sesedikit mungkin
menggunakan bahan kimia. melalui upaya tersebut bahan pangan yang dihasilkan
lebih sehat.
POLA
TANAM VERTIKAL (TANAM BERSUSUN)
Pola
tanam vertikal merupakan usaha pertanian dengan memanfaatkan lahan semaksimal
mungkin dengan memanfaatkan potensi ketinggian, sehingga tanaman yang diusahakan
per satuan luas lebih banyak. Pola ini selain menghemat
tempat juga hemat dalam penggunaan pupuk dan air.

Media tanam dapat menggunakan media campuran tanah, pupuk kandang dan pasir/sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang ditempatkan pada bak-bak tanaman (paralon, bambu, pot) yang diatur bersusun ke atas..- Tanaman
yang menginginkan keteduhan diletakan paling bawah dan yang lebih suka
panas diletakkan di atas.
TABULAPOT
·
Tabulapot adalah menanam tanaman buah-buahan (bisa
tanaman lainnya: bunga) di dalam pot
·
Media tanam harus mampu menopang tanaman, dapat
menyediakan hara, air dan aerasi yang baik (sama dengan untuk pola tanam
vertikal)
·
Pot yang
kurang baik, akan menghasilkan tata udara yang kurang baik sehingga kurang
menguntungkan untuk perkembangan akar.
Nice
BalasHapus