Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Padi Sawah
Pengendalian Hama Tikus dengan Gropyokan
Hama tikus merupakan salah satu oragnisme pengganggu
tanaman (OPT) dari jenis hewan pengerat. Perkembangan hama tikus ini sangat
berlansgung dengan cepat, apalagi dalam kondisi ketersediaan makanan yang
mencukupi, kurangnya usaha pengendalian yang dilakukan oleh petani, serta
sedikitnya musuh alami tikus yang terdapat di alam mengakibatkan kondisi ini
melampaui batas ambang ekonomi atau dengan kata lain merugikan petani,
khususnya pada tanaman-tanaman seperti padi, kakao serta beberapa tanaman
lainnya.
Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama
padi utama di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkan cukup luas dan hampir
terjadi setiap musim.
Tikus sawah termasuk omnivora (pemakan segala jenis
makanan). Apabila makanan berlimpah mereka cenderung memilih yang paling
disukai, yaitu biji-bijian/padi yang tersedia di sawah. Pada kondisi bera,
tikus sering berada di pemukiman, mereka menyerang semuastadium tanaman padi,
sejak pesemaian sampai panen. Tingkat kerusakan yang diakibatkan bervariasi
tergantung stadium tanaman.
Ada banyak teknik pengendalian
tikus sawah, dan salah satunya adalah dengan melakukan gropyokan. Pengendalian hama tikus dengan gropyokan dengan cara
membongkar lubang-lubang yang diduga sebagai sarang tikus dan dibunuh secara
langsung. Selain membongkar sarang
tikus, pengendalian hama tikus juga
dilakukan emposan menggunakan racun Alpostran.
Kegiatan rutin ini biasanya dilakukan menjelang musim tanam karena apabila gropyokan ini dilakukan pada saat tanaman padi
sudah ditanam ditakutkan akan mengganggu bahkan merusak tanaman padi tersebut.
Dengan adanya pengendalian hama tikus
ini juga diharapkan akan menekan populasi tikus dimasa tanam mendatang, dengan
asumsi terbunuhnya 2 ekor tikus akan menghilangkan 2000 ekor tikus dalam
kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 –
12 ekor setiap bulan dan umur reproduksi tikus sangat singkat, tikus siap kawin
setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari dan akan kawin lagi 2 hari
setelah melahirkan, karena itu populasi tikus sangat cepat sekali berkembang,
sehingga diharapkan petani/ kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama
tikus secara rutin.


Komentar
Posting Komentar